Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Karimah Wanita Lumpuh 8 Tahun Kini Masih Tertidur Didalam Kamar




Infoacehtimur.com / Dinsos - wajah sedih dari seorang janda (lanjut usia) lansia bernama Kamariah (53) warga Gampong (desa) Tanjung Kapai Kecamatan Idi rayeuk , Aceh Timur yang tertidur 8 tahun dinafkahi anak gadis.

Bukan tanpa sebab Kamariah terlihat sedih, lantaran Kamariah merupakan salah satu warga miskin dan menderita lumpuh yang diderita hampir 8 (delapan) tahun.

Walaupun demikian, kondisi ibu janda tersebut bergantung pada anak wanitanya memenuhi nafkah Kamariah.




Memendapatkan Informasi tersebut membuat pemerintah aceh timur pada Dinas Sosial (Dinsos) Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitas Mukhlis, SH disapa Gobit memastikan kondisi tersebut.

"Ya mendapat informasi dari masyarakat. Saya bersama TKSK Idi Rayuk tiba dirumah Kamariah ternyata sangat butuh perhatian kita semua," kata Mukhlis didampingi TKSK Rahamat Hidayat, Kamis, (9/9/2021) di Desa Tanjung Kapai, Idi Rayeuk, Aceh Timur.



Gobit berbincang dengan Kamariah atas kehadirannya dari Dinsos Aceh Timur guna memberikan perhatian biaya pengobatan dan bantuan.

"Ibu ini tak ada suami lagi, dan anaknya yang cewek yang belum nikah. Selama ini yang biaya bekerja apa saja untuk membantu kebutuhan dirumah," sebut Gobit

Saat itu Kamariah menceritakan dengan kondisi bicara tebatah-batah sembari mengusap air dibola pelipis matanya atas kehadiran mereka

"Saya ingin sehat, engak ada biaya pak berobat, untuk makan ini anak saya yang cari," ucap kamariah, begituh perlahan dan tebatah-batah mengulingi kata-katanya, Kamis (9/9/2021) menujuk anak wanitanya.

Kamariah sangat berharap perhatian untuk biaya pengobatan dan biaya kebutuhan lainya.tampak suatu insyarat disampaikan kepada Kabid Rehabsos Pada Dinsos Aceh Timur.

Tanpak Gobit tidak dapat berkata-kata selain memendam dalam hatinya, mendegar kisah dihadapi Kamariah bersama anakny.

"Ya bu, saya kesini mau memberikan bantuan pengobatan buat mamak, dan nanti kita akan perhatikan, sabar ya mak," ucap Muklhkis, tampak mata Gobit memendamkan kesedihan. (*)