Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pembangunan Jembatan Ganda Peureulak dan Idi Capai 80 Persen

SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Ir Taslem Konsultan Pengawas, didampingi General Manager dan Humas PT Brahmana Kerta Adi Wira meninjau pembangunan proyek jembatan ganda Idi, Aceh Timur, Selasa (7/9/2021). 


Infoacehtimur.com / Idi Rayeuk - Progres pembangunan jembatan ganda Peureulak dan Idi, yang berada di ruas jalan Nasional Banda Aceh-Medan, dalam Kabupaten Aceh Timur, sudah mencapai 80 persen.

Ir Taslem Konsultan Pengawas, didampingi General Manager dan Humas PT Brahmana Kerta Adi Wira selaku rekanan yang melaksanakan proyek ini, Zulfazri, dan Nasrul alias Tekong mengatakan, progres pembangunan kedua jembatan ganda ini sudah sampai tahap pembesian lantai.

"Target kita akhir Oktober 2021 ini jembatan sudah fungsional atau sudah bisa dilewati," ungkap Ir Taslim, dan Zulfazri.

Selesai 80 persen progres jembatan, maksudnya, jelas Taslim, yaitu sudah sampai tahap pembesian lantai.

Setelah itu pengecoran, pemasangan pagar pengaman kiri kanan jembatan, penimbunan oprid, dan finishing.

"Semoga tidak ada kendala baik teknis maupun nonteknis, agar pembangunan jembatan duplikasi ini segera selesai sesuai target.

Mohon dukungan semua pihak, masyarakat dan seluruh stakeholder terkait terkait," harap Zulfazri, GM PT Brahmana Kerta Adi Wira, selaku kontraktor pelaksana proyek tersebut.

Jembatan dengan Pilar Terpanjang di Indonesia

Ir Taslim, mengatakan jembatan ganda Peureulak, merupakan jembatan yang memiliki pilar terpanjang di Indonesia.

Jembatan Peureulak, katanya, memiliki dua pilar, pilar pertama (jika dari arah Banda Aceh, dari Abutmen ke pilar pertama panjang 40,8 meter), lalu dari pilar pertama ke pilar kedua panjangnya mencapai 60,8 meter.

"Jadi dari pilar pertama ke pilar kedua ini panjangnya 60,8 meter, karena itu jembatan Peureulak ini merupakan jembatan dengan pilar terpanjang di Indonesia," ungkap Ir Taslim.

Jadi panjang jembatan Peureulak ini total 142,2 meter dengan lebar jembatan 11 meter.

Sedangkan jembatan ganda Idi, panjang 60,8 meter, dan lebar 7 meter.

"Kedua jembatan ini satu proyek dengan sistem multiyears contract (MYC) dengan sumber dana dari Surat Berharga Syari'ah Negara/SBSN sebesar Rp 76,3 miliar.

Jembatan ganda Peureulak menggunakan, gelagar T, sedangkan jembatan Idi menggunakan gelagar i," jelas Taslim.

"Target kita Oktober 2021 jembatan ini sudah fungsional. Sedangkan kontrak berakhir, 31 Desember 2021," jelas Taslim. ***



(Artikel/Serambinews)