Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Penyebab Munculnya Lapisan Minyak di Perairan Pantai Aceh Timur

Foto; Pertamina EP Pangkalan Susu mengerahkan 13 kapal untuk melakukan pembersihan lapisan tipis minyak dengan menggunakan oil boom (alat untuk melokalisir sebaran film minyak di air) dan oil skimmer (alat untuk memisahkan minyak di air) di perairan Aceh Timur.


Infoacehtimur.com / Idi Rayeuk – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menjelaskan lapisan minyak tipis di lepas pantai Aceh Timur berasal dari kebocoran fasilitas milik PT Pertamina EP di Lapangan Langsa Offshore.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan bahwa timbulnya oil sheen atau lapisan tipis minyak di permukaan laut disebabkan oleh flexible flowline dan juga katup yang terletak di subsea tree mengalami kebocoran.

Julius menuturkan, pihaknya saat ini tengah menanggulangi kebocoran itu dengan memasang oil boom, dan kotoran minyak dikumpulkan dengan skimmer untuk kemudian ditampung agar tidak tidak terjadi pencemaran.

“Kami sedang berusaha menutup kebocoran kecil tersebut dan juga menutup atau mengencangkan valve di subsea tree supaya tidak terjadi gelembung-gelembung kebocoran,” katanya kepada Bisnis, Jumat (3/9/2021).

Sebelumnya, Senior Manager Relations Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera, Yudy Nugraha mengatakan bahwa Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu menemukan gelembung gas dengan sebaran oil sheen di permukaan laut saat melakukan survei sebagai tindak lanjut laporan dari nelayan di perairan Selat Malaka lepas pantai Kecamatan Kuala Idi, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, pada 8 Agustus 2021.

Yudy menambahkan bahwa sejak mendapat laporan, tim Penanganan Keadaan Darurat (PKD) telah melakukan berbagai upaya penanganan, seperti melakukan pengecekan lokasi, pemetaan sebaran lapisan tipis minyak, dan mencari sumber munculnya gelembung gas.

“PEP Pangkalan Susu telah melakukan investigasi dan ditemukan adanya indikasi gelembung gas yang berasal dari sumur H-4 Langsa Offshore yang berlokasi sekitar 30 mil laut dari pantai Kecamatan Kuala Idi, yang dulu dikelola oleh TAC [Technical Assistance Contract] Blue Sky, dan telah ditutup sejak November 2017,” tambah Yudy.(/Bisnis.com)