Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sebanyak 880 Kasus Perceraian Di Aceh Utara, Dominan Istri Gugat Suami

Mahkamah Syar'iyah Aceh Utara. (Foto : Sayful Tanlus).


Infoacehtimur.com / Aceh Utara – Selain perselingkuhan, penyebab perceraian pada pasangan juga bisa berasal dari kondisi ekonomi keluarga, masalah kecanduan, situasi stres yang berdampak parah, hingga masalah ketidakcocokan yang dialami pasangan. Beberapa penyebab ini memang sering menjadi pangkal masalah dalam pernikahan yang berujung perceraian.


Sementara di Aceh Utara, Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon menyatakan angka perceraian yang diputuskan per Januari hingga Agustus 2021 mencapai 880 perkara. Sedangkan tahun 2020 tercatat sebanyak 1.264 perkara terhitung dari Januari hingga Desember.


Panitera Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, Drs. Mawardi, kepada wartawan, Jumat 3 September 2021, mengatakan, ada berbagai macam penyebab terjadi perceraian, paling dominan adalah perselisihan dan pertengkaran terus-menerus dalam rumah tangga. Juga faktor ekonomi maupun lainnya, dan mayoritas kasusnya itu istri yang menggugat suami.


“Untuk tahun ini, kita baru memiliki data per Januari-Agustus 2021. Sedangkan bulan September hingga Desember itu nanti dilihat kembali bagaimana update datanya sesuai perkara. Sebagai perbandingan bahwa pada 2020 sebanyak 1.264 perkara yang diputuskan dengan penyebab perceraian juga persis sama sebagaimana dimaksudkan tadi,” kata Mawardi.


Mawardi menambahkan, yang diterima pada Januari-Agustus 2021 berjumlah 1.011 perkara, dan diputuskan baru hanya 880 perkara. Sedangkan cerai talak ada 107 perkara dan cerai gugat 373 perkara. Yang bercerai usianya itu bervariasi, ada pasangan yang masih muda masa pernikahan ataupun pasangan sudah lama.


“Untuk menekankan angka perceraian itu sangat perlu penguatan pendidikan dalam berumah tangga. Terlebih bagi pasangan yang baru melaksanakan ikatan pernikahan tersebut,” ungkap Mawardi.



(Sayful Tanlus) / Sumber : buana.news