Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Situs Diblokir, Modus Penipuan Trading Terbongkar.

 


Infoacehtimur.comPemblokiran ratusan domain situs web entitas di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang tidak memiliki izin memperlihatkan adanya modus baru dalam kejahatan penipuan dunia bisnis investasi trading.


Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan yang memblokir sejumlah 249 domain situs trading mengungkapkan bahwa penipuan dilancarkan dengan melakukan penawaran paket investasi forex berkedok penjualan robot trading melalui paket-paket investasi dengan menggunakan sistem member get member.


"Untuk memberikan keuntungan di awal, mereka pakai skema ponzi atau money game," ucap Pemerhati dan Praktisi Investasi, Desmond Wira (28/09).


Desmond Wira menjelaskan saat ini platform masih bisa bertahan dan terus memperluas jaringannya. Namun itu seesungguhnya "bom waktu", karena bakal ada 1 titik di mana pelaku tak mampu lagi gali lubang tutup lubang untuk membayar keuntungan investornya.



Mengutip Detik.com, Pemerhati dan Praktisi Investasi itu mengaku telah menginvestigasi salah satu platform tanpa menyebutkan nama brokernya dan menemukan sejumlah kejanggalan.


Salah satunya yaitu, setiap bulan cetak profit hingga 10%. Statistik win ratenya 81-19. Artinya 81% trading menorehkan keuntungan, hanya 19% tradingnya mengalami kerugian.


Dia menyimpulkan kejanggalan pada robot itu pertama, robot trading itu tidak bisa dipakai di broker forex lain, hanya di broker tertentu saja. Kemudian robot trading dalma platform MetaTrader berbentuk file ekstensi mq4 atau ex4. Nah menurut yang sudah join mereka tidak pernah melihat atau menerima file tersebut.



Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, robot trading sebenarnya tidak hanya digunakan dalam platform investasi ilegal saja. Beberapa broker forex legal juga ada yang memiliki fitur tersebut.


Lalu mengapa robot trading ini semakin populer?


Menurut Ariston itu karena selama masa pandemi COVID-19 euforia investasi sangat tinggi. Banyak investor-investor baru atau newbie yang lahir, terutama dari kalangan milenial.


"Investor newbie tersebut mencari jalan instan untuk mendapatkan cuan. Mereka enggan menghabiskan waktu untuk belajar dari pengalaman bertransaksi," tutur Ariston Tjendra melansir redaksi Detik.com.