Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Wakil Ketua DPR Ditangkap KPK. Simak Kronoligis Kasus 'Wakil Rakyat' dan Sederet Nama Yang Terlibat.

 

Azis Syamsuddin (dok.Ist)

Infoacehtimur.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap dan menahan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (AZ) yang sebelumnya telah berstatus sebagai tersangka dalam perkara korupsi yang ditangani KPK di Lampung Tengah. 


Sebagaimana yang dijelaskan oleh Ketua KPK Firli Bahuri pada Sabtu (25/9) dalam konstruksi perkara disebutkan KPK menduga Wakit Ketua DPR Azis Syamsuddin (AZ) memberikan uang suap sejumlah Rp3,1 miliar kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP). 


"Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH (Maskur Husain/advokat) sebesar Rp4 miliar yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp3,1 miliar," kata Firli dilamsir redaksi JPNN.com. 


Kronologis



Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang merupakan politikus Partai Golkar itu menghubungi mantan penyidik KPK Robin sekitar Agustus 2020 untuk meminta mengurus kasus yang sedang diselidiki KPK. 


Kasus dimaksud melibatkan Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin dan Aliza Gunado (AG) yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK. 


"Selanjutnya, SRP menghubungi MH untuk ikut mengawal dan mengurus perkara tersebut," kata Firli. 


Sebagai informasi, Aliza Gunado (AG) adalah kader Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).




Selanjutnya Maskur (advokat) menyampaikan pada Azis dan Aliza agar masing-masing menyiapkan uang sejumlah Rp2 miliar. 


"SRP juga menyampaikan langsung kepada AZ terkait permintaan sejumlah uang dimaksud dan kemudian disetujui oleh AZ. Artinya ada kesepakatan," ungkap Firli Bahuri. 


Ketua KPK Firli mengatakan Maskur diduga meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp300 juta kepada Azis Syamsuddin. 


Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, Wakil Ketua DPR diduga mengirimkan uang sejumlah Rp200 juta ke rekening bank Maskur secara bertahap dengan menggunakan rekening bank pribadi atas nama Azis Syamsudin.



"Masih di bulan Agustus 2020, SRP juga diduga datang menemui AZ di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang secara bertahap yang diberikan oleh AZ, yaitu 100.000 dolar AS, 17.600 dolar Singapura, dan 140.500 dolar Singapura," katanya. 


Sejumlah uang dalam bentuk mata uang asing itu ditukar menadi mata uang rupiah oleh Robin dan Maskur menggunakan identitas pihak/orang lain. 


Ketua KPK menyebutkan segenap anak bangsa akan sangat menyayangkan perbuatan pelaku korupsi yang termasuk 'wakil rakyat'. 


"Azis Syamsuddin sebagai penyelenggara negara dan wakil rakyat (wakil ketua DPR) seharusnya menjadi contoh agar tidak melakukan tindak pidana korupsi," KATA ketua KPK Firli Bahuri jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9) dini hari.