Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Arab Saudi Buka Umrah untuk Indonesia, Namun Bagi Yang Mamanuhi Standar Harus Karantina 5 Hari

AP/STR / Ratusan jemaah Muslim mengelilingi Ka'bah, bangunan berbentuk kubus di Masjid Al Haram, sembari menerapkan jaga jarak sosial untuk melindungi diri dari virus corona, di kota suci Muslim di Mekkah, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli, 2020.



Infoacehtimur.com / Nasional - Menlu (Menteri Luar Negeri)  Retno Marsudi mengumumkan Telah dibukanya kembali umrah untuk para jemaah Khususnya asal Indonesia ke Arab Saudi.

Namun Meski demikian, ada ketentuan yang Harus bagi jamaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan.

Menurut Ibu Retno, ketentuan itu tertuang dalam nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada 8 Oktober 2021.




"Nota diplomatik juga menyebutkan, mempertimbangkan masa periode untuk karantina selama 5 hari bagi para jemaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan," ujar Retno dalam konferensi pers secara daring pada Sabtu (9/10/2021) sore.

Selain itu, nota menginformasikan bahwa komite khusus di kerajaan Arab Saudi sedang bekerja guna meminimalisasi segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jemaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah tersebut.

Kemudian, di dalam nota diplomatik disebutkan bahwa Indonesia dan Arab Saudi sedang berada dalam tahap akhir mengenai pertukaran link teknis yang akan digunakan untuk menjelaskan informasi seputar vaksinasi Covid-19 bagi para pengunjung negara Arab Saudi.

Kedua negara juga akan memfasilitasi masuknya jamaah umrah.

Retno menuturkan, tentunya kabar baik ini akan ditindaklanjuti dengan pembahasan secara lebih detail mengenai teknis pelaksanaannya.

"Kemenlu akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan serta dengan otoritas terkait di kerajaan Arab Saudi mengenai pelaksanaan kebijakan yang baru ini," ungkap Retno.

"Saya sendiri telah melakukan koordinasi dan komunikasi baik dengan Pak Menteri Kesehatan maupun dengan Pak Menteri Agama," tambahnya.(*)

Penulis: Dian Erika Nugraheny | Editor: Sandro Gatra | Sumber: Kompas.com