Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

#Berikut Visi-Misi Syahrul Maulana Mansur Bakacalon Ketua PKC PMII Aceh Ke-XI



Infoacehtimur.com / Idi Rayeuk - Menjelang terselengaranya Konferensi Kordinator Cabang (KONKOORCAB) Pengurus Kordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Aceh Ke-XI yang akan membuka pendaftaran Calon Kandidiat Ketua PKC PMII Aceh dalam waktu satu bulan mendatang.

Mantan Ketua Cabang PMII Pidie Jaya-Pidie Sahabat Syahrul Maulana Mansur yang merupakan putra asal kelahiran Sungai Raya Aceh Timur, Sekaligus Mahasiswa STIS UMMUL AYMAN Pidie Jaya ini di bawah asuhan Tgk. H. Nuruzzahri Yahya (Waled NU samalanga ) secara resmi mengumumkan kepada Media untuk siap maju mencalonkan diri sebagai salah satu Kandidiat Ketua PKC PMII Aceh dalam acara paling bergengsi di internal PMII Aceh pada KONKOORCAB yang ke-XI.


Cak Syahrul sapaan akrabnya mengatakan, “ Dalam momentum ini membuktikan perlu adanya seorang tokoh figur baru perubahan yang berani melanjutkan SPIRIT perjuangan dan pergerakan di dalam internal PMII Aceh yang Inklusif, maju dan Berkeadaban”.

Alumni PKL PMII Ke-3, Cak Syahrul juga menambahkan, “ Tentunya kehadiran saya di sini (PMII Aceh) bukan hanya mencalonkan diri dan ikut bertarung dalam Kontestasi politik melainkan saya di sini membawa Program-program dan Gagasan baru ke arah perubahan PMII Aceh kedepan”.

Adapun Tujuan, Visi, Misi, dan Motto salah satu kandidiat ini yang telah di Jabarkan kepada media, yaitu :

Tujuaan :
“ Membawa Arah Perubahan Baru PKC PMII Aceh Maju Dan Bermartabat “

Motto : 
“ Bersama Kita Bisa, Suksesku Karna Kalian, Kalian Sukses Karna Mereka Dan Kita “.

Visi :
“ Terbentuknya Pribadi Organisasi PMII Aceh Yang Bermartabat, Bermasif Akan Kaderisasi, Beridealis, Bertawassuth, Beradministratif Dan Berkarismatik Sesuai Harapan Kearifan Kader PMII Aceh Yang Maju Dan Bernasional ”

Misi :
1. Mendokrinasi Idiologi PMII Terhadap Proses Kaderisasi Secara Terinstruktur Dan Berkemajuan.
2. Menumbuhkan Budaya Literasi Berfikir Kader, Membaca, Bergerak, Bermusyawarah, Bersosial, Berekonomi, Berkarya, Berinovatif Sesuai Disrupsi Perkembagan Zaman.
3. Merawat Tradisi Islam Ahlisunah Wal Jamaah An-Nahdiah Sebagai Manhaj Al-Fikr Di Kalangan Masyarakat Aceh dan Indonesia.
4. Menghidupkan Ruang Aktualisasi Kader, Soft Skills Kader, Merdeka Berfikir Kader, Entrepreneur kader, Berdinamika Kader Yang Sehat, Menghidupakn Manajemnt Demokrasi Kader dan Arah Gerakan Lainya.
5. Memperkuat Kepengurusan PKC PMII Aceh Yang Solid, Bergotong-royong, Bekerja Dengan Team, Bersinergiritas, Saling Menasehati, Menghormati, Menghargai, Mendukung, Dan Berkolaborasi Demi Terbentuk Serta Jalanya Roda Kepengurusaan Organisasi.
6. Menciptakan Paradigma Baru Berjangka Panjang Di Bidang Infastuktur Dengan Cara Membagun SEKRETARIAT PKC, KOPRI, Dan IKA PMII Aceh Sebagai Marwah Rumah Pergerakan Dalam Meningkatkan Laboraturium Peradaban Baru PKC PMII Aceh Yang Berdaulat Dan Mampu Menjawab Tantangan Zaman Untuk Generasi Kaderisasi Emas Yang Akan Datang.
7. Membawa Arah Perubahan Baru PMII Aceh Yang Bertranformasi Pada Teknologi, Informasi Dan Digitalisasi Yang Mengacu Pada Proses Pikiran Kader Dalam Menjawab Era Modern Yang Semakin Bergantung Pada Data, Survei Dan Research Untuk Operasi Lebih Efisien Dan Memberikan Pelayanan Organisasi PMII Yang Maju Dan Mendunia.
8. Memperjuangkan Pembentukan Cabang Baru Dan Memperjuangkan Hak-Hak Cabang Persiapan Untuk Segera Di SK Defenitifkan Sesuai Persyaratan Dalam AD/ART PMII
9. Menjamin Kelancaran Pelaksanaan Kaderisasi Formal Yang Masif Dengan Melayani Dan Menganggarkan Setiap Kegiatan Formal PMII Dengan Mengikuti Program Management, Yaitu :

A. Setiap Pengurus Tingkatan PKC,PC,PK,PR Wajib Melaksanakan Kaderisasi Dengan Pembagian Fokus Tugas :
a.) Tugas PKC Melaksankan PKL
b.) Tugas PC Melaksanakan PKD
c.) Tugas PK-PR Melaksanakan MAPABA

B. Setiap Kaderisasi Formal PC,PK,PR Berhak Membuat Surat Pemberitahuan Kegiatan (SKP) Satu Bulan Sebelum Kegiatan Dan Di tujukan Kepada Sekertaris Cabang Dan Tembusan Kepada Sekertaris PKC.

C. Setiap Tingkatan Kaderisasi Formal Akan Di Anggarkan Dan Untuk :
a.) Untuk Kegiatan PKL Anggaran Rp 300.000
b.) Untuk Kegiatan PKD Anggaran Rp 150.000
c.) Untuk Kegiatan MAPABA Anggaran Rp 100.000
d.) Untuk Kegiatan KONFERCAB, RTK, RTAR Anggaran Spanduk 3x1

D. Salah Satu MABINCAB PC (Majlis Pembina Cabang) Akan Di Minta Persetujuan Untuk Menjadi MABINDA PKC (Majlis Pembina Daerah)Dalam Mewakili Berjalanya Kepengurusan Organisasi Di Daerahnya Masing-masing.

E. Setiap Ketua Demisioner PC Akan Di Tarik Untuk Membatu BPH PKC, Sedangkan Untuk Kader Yang Sudah PKL Akan Di Buka Pendaftaran Secara Demokrasi Untuk Membatu BIRO-BIRO PKC Dalam Melaksanakan Tugas Mulia Sesuai Persyaratan Yang Berlaku.

Syahrul Maulana Juga Menambahkan “ Alhamdulillah Tanggung Jawab Saya Sebagai Kader PKL Di PMII Telah Saya Penuhi Dengan Baik Sebagai Pimpinan Ketua Cabang Pidie Jaya-Pidie Priode 2020-2021, Sebelum Menjabat Sebagai Ketua Cabang Saya Terlibih Dahulu Berproses Di Komisariat STIS UMMUL AYMAN Pidie Jaya, Oleh karna Beban Moral Dan Tanggung Jawab Saya Sebagai Aktifis, Cendekiawan Dan Kader Aktif Saya Merasa Ingin Berperan Serta Berkhidmat Lebih Besar Lagi Di Dunia Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ini Khususnya di Bumi Aceh ”

“ Hasrat saya ingin mencalonkan diri menjadi salah satu kandidat di kuatkan oleh doa orang tua saya, ustaz saya, guru-guru, dan senior-senior saya serta di motivasikan oleh alumni dan sahabat-sahabat pmii lainya, oleh karna itu ini adalah peran penting dan tangung jawab besar yang harus saya hadapi, tentu ini tidak mudah ! Saya membutuhkan doa dan dukungan kuat dari semua kalangan keluarga dan element serta stakeholder lainya” Ungkap alumni KONGRES-XX PB PMII kepada media.

Saat ini yang telah di ketahui media PMII sudah ada di aceh pada tahun 1961 setahun setelah pmii lahir di surabaya yang kemudian di deklarasikan di bumi serambi mekah tepatnya di banda aceh, saking berjalannya waktu PMII sempat Vakum di akibatkan buruknya krisis moneter dan politik saat itu di akibatkan perang berkepanjangan yang terjadi di Aceh Bumi Serambi mekah tercinta ini.

Sejauh ini ada beberapa cabang pmii defentif telah ada di enam kab/kota, yaitu : cabang kota banda aceh, cabang kota langsa, cabang kota lhoksemawe, cabang aceh timur, cabang aceh tamiang dan cabang aceh tengara yang memiliki hak suara penuh di KONKOORCAB nanti.

Sedangkan ada lima cabang pmii yang masih status persiapan, yaitu : cabang pidie jaya-pidie, cabang kota subulusalam, cabang bener mariah, cabang aceh tengah dan cabang aceh utara yang memiliki hak suara peninjau di KONKOORCAB PMII ACEH Ke-XI. (*)