Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Jelang Tradisi Maulid, Harga Hewan Ternak di Aceh Timur Naik

Ilustrasi



Infoacehtimur.com / Idi Rayeuk – Kalangan peternak di Kabupaten Aceh Timur menyatakan harga hewan ternak, baik sapi maupun kambing mulai naik menjelang tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah atau 2021 Masehi. 

"Harga jual hewan ternak mengalami kenaikan. Untuk kambing usia dua tahun yang sebelumnya dijual Rp2 juta per ekor kini menjadi Rp2,5 juta per ekor," kata M Yatim, peternak Aceh Timur di Aceh Timur, Kamis.

Menurut M Yatim, kenaikan tersebut menyesuaikan dengan harga pasaran, baik di dalam maupun luar Aceh Timur. Kenaikan harga juga disebabkan tingginya daya beli masyarakat terhadap hewan ternak saat perayaan tradisi maulid

"Harga kambing yang kami jual ke pedagang tetap mengikuti harga pasar. Jika pun naik harga, itu hanya jenis kambing. Untuk biri-biri dan kibas atau domba tidak berubah, yakni Rp2 juta per ekor," kata M Yatim. 

M Yatim mengaku sekarang ini sudah banyak yang memesan kambing ternaknya, termasuk kibas atau domba dan biri-biri. Semuanya akan diambil untuk disembelih saat perayaan tradisi maulid nanti.

Senada juga dikemukakan peternak lainnya di Aceh Timur. Ihsan mengatakan kenaikan harga kambing menjelang perayaan tradisi maulid berkisar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per ekor. 

"Kenaikan saat tradisi maulid sudah lazim di Kabupaten Aceh Timur. Begitu juga di daerah lainnya di Aceh, kenaikan harga hewan ternak saat perayaan tradisi maulid juga terjadi,” kata Ihsan.

Bukan hanya kambing, kata Ihsan, hewan ternak lain juga mengalami kenaikan, seperti lembu atau sapi. Dan ini bisa dilihat dari kenaikan harga daging. 

Hari biasa, harga daging sapi atau lembu hanya Rp120 ribu per kilogram. Namun, saat tradisi maulid mengalami kenaikan berkisar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram, kata Ihsan.

“Kami berharap pemerintah melalui dinas terkait memantau harga jual hewan ternak, sehingga tidak terjadi monopoli pasar dan memberatkan masyarakat. Apalagi ekonomi masyarakat sedang lesu akibat pandemi COVID-19,” kata Ihsan.*** Artikel/ANTARA