Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pabrik Kelapa Sawit di Aceh Timur Diduga Abaikan Kondisi Lingkungan

Sumber : Pabrik Kelapa Sawit milik KPJ.
 Foto: Zulkifli/BisaApa.id


Infoacehtimur.com / Aceh Timur – Pabrik kelapa sawit di Aceh Timur diduga mengabaikan dampak kondisi lingkungan sekitar. Hal tersebut terjadi dikawasan Kecamatan Birem Bayeun dan Kecamatan Rantau Seulamat yang merupakan kawasan industri pengolahan kelapa sawit.

Muhammad, salah satu pemerhati lingkungan Aceh Timur, Jum’at (8/10) mengatakan, di dua kawasan tersebut terdapat banyak pabrik sawit yang menimbulkan bau menyengat, sehingga warga yang melintas terpaksa harus mencium aroma busuk yang diduga berasal dari pabrik kelapa sawit.

“Bau menyengat telah bertahun-tahun terjadi dan hingga saat ini belum ada tindakan apapun dari pihak perusahaan maupun pemerintah setempat,” terangnya.

Sambungnya, di Desa Keude Bayeun, Kecamatan Rantau Seulamat, terdapat satu Pabrik Kelapa Sawit milik Koperasi Prima Jasa (KPJ). Pabrik tersebut terlihat sangat kumuh dan tidak terawat. Namun, pabrik tersebut masih aktif beroperasi.

“Pagar di pabrik itu juga terlihat telah rusak dan tidak diperbaiki. Bahkan, menurut informasi dari warga sekitar, hewan ternak warga sering masuk ke dalam kolam bekas limbah pabrik tersebut saat hendak memakan rumput, dan mati akibat jatuh ke dalam kolam bekas pembuangan limbah pabrik,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Timur, Teuku Muhammad Yunus, melalui Kepala Bidang Amdal, Teuku Andri, diwawancarai wartawan diruang kerjanya mengaku, pabrik kelapa sawit milik KPJ mengabaikan tanggung jawabnya terhadap lingkungan hidup.

“Mereka (KPJ) tidak pernah melakukan uji emisi terhadap pabriknya. Sementara hal itu merupakan tanggung jawab rutin mereka setiap semester untuk dilaporan kepada dinas.” ujar Teuku Andre.

Teuku Andre menambahkan, pihaknya telah berulang kali menyurati KPJ. Namun, tidak diindahkan oleh pihak perusahaan agar uji emisi tersebut dilakukan secara rutin karena salah satu tanggung jawab setiap industri terhadap lingkungan hidup sekitar.

Sementara itu, Hanafiah, selaku Direktur KPJ menyangkal hal tersebut. Hal ini disampaikannya melalui panggilan suara WhatApp, Kamis 7 Oktober 2021.

“Tidak benar, kita selalu melakukan uji emisi sesuai jadwal yang sudah ditentukan, dan melapor hal tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Timur,” pungkasnya.