Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

PUPR Sebut Progres Pembangunan Dua Jaringan Irigasi di Aceh Capai di Atas 80%

Dok BeritaSatu: Pembangunan dua jaringan irigasi di Provinsi Aceh di atas 80%.


Infoacehtimur.com / Banda Aceh – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan progres pembangunan dua jaringan irigasi di Provinsi Aceh di atas 80%. Kedua jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) tersebut adalah DI Lhok Guci di Kabupaten Aceh Barat yang mencapai 83,46%. Sedangkan DI Jambo Aye Kanan di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur mencapai 80,23%.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dalam rangka mendukung ketahanan pangan secara nasional, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 500.000 hektare irigasi dan merehabilitasi 2,5 juta hektare jaringan irigasi mulai tahun 2020 hingga 2024 mendatang. Sebanyak lima jaringan irigasi yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) kini dalam tahap penyelesaian. Dua di antaranya berada di Provinsi Aceh yakni pembangunan jaringan irigasi.

Kementerian PUPR telah membangun banyak bendungan dan bendung di berbagai daerah dan selanjutnya akan diikuti dengan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi untuk menunjang produktivitas sentra-sentra pertanian. Diharapkan dengan meningkatnya produktivitas pertanian, juga dapat membantu pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata di mana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” ungkap Menteri Basuki dalam keterangan pers, Jumat (1/10/2021).



Di Provinsi Aceh, lanjut Menteri Basuki, tengah diselesaikan sekaligus dua jaringan irigasi yang totalnya akan mengairi area seluas 21.570 hektare. Pembangunan jaringan irigasi di Lhok Guci yang akan mengairi area seluas 18.542 hektare, saat ini pembangunannya sudah memasuki tahap II untuk pembangunan saluran primer sepanjang 10 km dan saluran sekunder sepanjang 812 meter.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Djaya Sukarno menuturkan, wilayah sungai di Provinsi Aceh dipisahkan oleh bukit barisan, di mana sisi pantai barat curah hujannya tinggi mencapai 4.000 mm sedangkan sisi pantai timur curah hujannya rendah mencapai 1.300 mm.

"Untuk dapat melayani daerah irigasi disisi pantai timur secara optimal dibutuhkan bendungan, saat ini sedang dibangun bendungan Keureuto di Aceh Timur dan bendungan Rukoh di Pidie. Sebaliknya di sisi pantai barat potensi air berlimpah sehingga tidak diperlukan bendungan, sebagaimana halnya dengan Daerah Irigasi (DI) Lhok Guci di Aceh Barat," jelas Djaya.

Menurutnya, pembangunan DI Lhok Guci diawali dengan dibangunnya Bendung Lhok Guci pada 2004-2008 dan dilanjutkan pembangunan salurannya pada tahun 2008-2015. "Kemudian dilanjutkan menjadi salah satu PSN dikerjakan tahap I-nya pada 2015-2017. Setelah itu masuk tahap II 2018-2020, namun pada 2020 ada pandemi Covid-19 dan terkena refocusing anggaran sehingga target penyelesaian mundur ke tahun 2023," kata Djaya.

Meskipun terkena refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19, pembangunan tahap II DI Lhok Guci dilaksanakan oleh PT Hutama Karya-Jaya Konstruksi, KSO dengan nilai kontrak Rp 255,55 miliar terus dilanjutkan. Berdasarkan data hingga saat ini progres konstruksinya sebesar 83,46%.

Pada tahun 2020, dikatakan Djaya, saluran irigasi Lhok Guci, Kabupaten Aceh Barat, telah difungsikan secara bertahap mulai musim tanam Oktober 2020-Maret 2021 (Okmar) untuk mengairi sawah seluas 400 hektare.

"Kemudian tahun-tahun berikutnya akan ditingkatkan lagi fungsionalnya sehingga nantinya petani di Kabupaten Aceh Barat bisa mendapatkan suplai air dengan baik untuk mendukung Gerakan Aceh Mandiri Pangan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Aceh," kata Djaya.

Selanjutnya untuk pembangunan jaringan DI Jambo Aye Kanan telah dimulai sejak akhir 2016 dan progresnya saat ini sudah sekitar 80,23% dengan target rampung pada tahun 2022. Dengan biaya pembangunan sebesar Rp 225 miliar, pembangunan jaringan irigasi DI Jambo Aye Kanan mencakup pekerjaan saluran primer sepanjang 10 km dan saluran jaringan sekunder 32 km yang akan mengairi area seluas 3.028 hektar. Pekerjaannya dilakukan oleh kontraktor PT Selaras Mandiri Sejahtera - PT Nakhla Sampurna, KSO.***art/BERITASATU