Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Syiah Afghanistan Dibantai Oleh Taliban. Laporan Lokal: masuk target pemusnahan sejak '96.

 


Imfoacehtimur.com / Internasional - Salah satu etnis di Afghanistan yang dikenal menganut aliran Syi'ah ialah Etnis Hazara dan mayoritas etnis rersebut berada Provinsi Daykundi, Afghanistan.


Laporan Amnesty International pada Selasa (5/10/2021) menyebutkan bahwa Taliban melakukan pembataian massal terhadap belasan penganut Syi'ah sari Etnis Hazara.


Laporan itu turut menyatakan bahwa pembataian terhadap Syiah Hazara merupakan kekeraaan massal kedua kalinya, bahkan terhadap sipil dibawah umur (-18) yang dilakukan Taliban selaku penguasa Afghanistan.


"Eksekusi berdarah dingin Taliban membuktikan mereka melakukan pelanggaran mengerikan yang sama seperti saat mereka berkuasa sebelum ini," kata Sekjen Amnesty International, Agnes Callamard, seperti dikutip dari Al-Jazeera.


Namun, Kepala Kepolisian Taliban di Provinsi Daykundi, Saidqullah Abed secara tegas membantah 'tudingan' laporan Amnesty International tersebut.


Saidqullah Abed menyatakan bahwa kejadian di Provinsi Daykundi sedari akhir Agustus adalah baku tembak antara pasukan Taliban dengan Eks militer Afghanistan, bukan pembantaian yang bahkan merenggut korban sipil.


Walaupun Kepolisian Taliban membantah namun diketahui terdapat banyak laporan independen (data luar pemerintah/LSM Lokal) yang mencatat tindak kekerasan pembantaian massal terhadap etnis Hazara.


Lapotan independen mencatat terdapat ratusan tindakan persekusi/kekerasan yang dilakukan Taliban terhasap Syiah Etnis Hazara dalam kurun waktu 1996 hingga 2001, yakni sebelum penambahan pasukan militer Amerika dan Sekutu ke Afghanistan.


Kala itu, Taliban dalam kurun waktu 1996-2001 berstatus sebagai penguasa wilayah, sehingga Laporan Independen menyebutkan Syiah Hazara di Afghanistan telah menjadi "target musnah" oleh Taliban.


Tak hanya Syiah Etnis Hazara di Provinsi Daykundi, Syiah di Provinsi Balkh dan Provinsi Bamiyan juga mendapat perlakuan kekerasan dengan jumlah ratusan kasus pada kurun tahun 1996 - 2001.